Lahap 240 Kilometer dalam 9 Jam 9 Menit
Tes Rute Pertama Berjalan Lancar

22

SURABAYA - Setelah sukses mendukung perhelatan Lombok Audax 300 kilometer, Jawa Pos Cycling bakal menggelar event serupa di Jawa Timur beberapa bulan lagi. Kemarin (12/3) bersama Surabaya Road Bike Community (SRBC), dilakukan simulasi untuk menjajal rute yang mungkin digunakan. Yaitu, 240 km dari Surabaya–Pandaan–Malang–Batu–Pujon–Kandangan–Mojokerto–Surabaya. Dalam uji coba itu, walau dihadang hujan dan problem lalu lintas di Batu, rombongan berhasil menyelesaikan dalam waktu 9 jam dan 9 menit. Itu adalah cyclingtime. Total waktu termasuk istirahat dan brifing sekitar 13 jam.

Rombongan start di Balai Kota Surabaya pukul 06.00 WIB dan finis di Graha Pena Surabaya pukul 19.30. Dari Surabaya, rombongan bergerak menuju Pandaan. Setelah itu, tanjakan menjadi lebih berat dari Pandaan–Malang. Tapi, siksaan sesungguhnya baru dimulai di rute dari Malang ke Batu yang dilanjutkan hingga Pujon (sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut).

Setelah disiksa tanjakan, jalur selanjutnya menurun hingga sampai di Kandangan, Kediri. Bentuk jalan yang berkelok-kelok membuat sepeda meluncur dengan kecepatan tinggi hingga 50 km per jam. Namun, mereka harus hati-hati karena hujan membuat jalanan licin. Apalagi, dinginnya hujan di dataran tinggi lebih menyiksa. ’’Hujannya terasa lebih dingin daripada hujan biasa. Kalau kita diam sebentar saja, langsung terasa menggigil,’’ kata Paulus Setyabudi, salah seorang founder SRBC.

Jalur berlanjut ke Ngoro, Jombang, dan tembus ke Mojokerto. Begitu tiba di Jalan Trowulan di Mojokerto, para peserta langsung membentuk formasi ’’peloton’’. Jalur flat dan jalanan yang lebar membuat mereka beradu speed, tapi tetap dalam rombongan besar. Ada beberapa yang juga ’’breakaway’’, tapi terus kembali lagi.

Sun Hin Tjendra, juga founder SRBC yang menjadi road captain, merasakan benar enaknya jalur di Jalan Trowulan tersebut. Apalagi, mereka tiba di sana setelah capek ’’disiksa’’ tanjakan. ’’Rasanya lega. Jalanan lapang. Ada teman-teman yang mencoba sprint. Kecepatan kami di rombongan juga terus naik sampai 50 kilometer per jam,’’ katanya.

Rombongan tiba di titik finis di Graha Pena Jawa Pos pada pukul 19.30. Mengutip data di Garmin Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda yang ikut dalam rombongan, total waktu gowes mencapai 9 jam dan 9 menit. Jarak yang ditempuh pas 240 km. Rata-rata kecepatan 26,2 kilometer per jam. ’’Kami masih mencoba alternatif jalur ini untuk East Java Audax. Hasil simulasi ini akan kami evaluasi, kira-kira apa yang kurang. Jalurnya menarik dan banyak siksaan. Terutama di Pujon,’’ ulas Azrul.

Sekretaris SRBC Siswo Wardojo menyatakan, jalur tersebut sangat sesuai untuk Audax. Jalurnya variatif dan tidak membosankan. Berbagai pilihan medan juga tersedia. Mulai flat, tanjakan, hingga turunan yang panjang. Apalagi, panoramanya bervariasi. Misalnya, setelah mendaki gunung, mereka menyusuri pinggir sungai. ’’Ini sangat menarik dan menyenangkan,’’ katanya.

Simulasi East Java Audax kemarin diikuti peserta tertua. Namanya Go Siek Hay. Usianya 64 tahun. Dia membawa sepeda Tomassini klasik berbahan stainless steel. Go Siek Hay menggunakan flat bar agar lebih nyaman. Meski begitu, kakek lima cucu dan empat anak itu ikut bersepeda mulai start hingga finis. ’’Saya sudah 20 tahun bersepeda. Dulu saya suka touring, ke luar kota dengan jarak sekitar 200 kilometer. Tapi, saya melakukannya sendirian. Sekarang di SRBC saya punya banyak teman. Lebih asyik melakukannya ramai-ramai,’’ ujarnya, lantas tersenyum. (aga/c5/ca)