Dukungan Penuh untuk Audax East Java 2013
Bisa Bantu Program Pemda

PENGENALAN JERSEY: Dari kiri, Branch Manager Astra InternationalBMW Surabaya Yopy Antonio, Dirlantas Polda Jatim KombespolKomarul Zaman, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Dirut PT JawaPos Koran Azrul Ananda, Ketua SRBC Teddy Moelijono, dan Head ofPromotion East Indonesia Polygon Didik Suharsono kemarin.

PENGENALAN JERSEY: Dari kiri, Branch Manager Astra International BMW Surabaya Yopy Antonio, Dirlantas Polda Jatim Kombespol
Komarul Zaman, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Dirut PT Jawa
Pos Koran Azrul Ananda, Ketua SRBC Teddy Moelijono, dan Head of
Promotion East Indonesia Polygon Didik Suharsono.

 

SURABAYA – Rangkaian acara menuju Jawa Pos Cycling Audax East Java 2013 mulai digelar. Pihak-pihak yang terkait dengan event dalam rangka HUT Ke-64 Jawa Pos dan HUT Ke-67 Bhayangkara itu menggelar sosialisasi kemarin (8/5). Mereka menyatakan kesiapannya menyukseskan tantangan bersepeda sejauh 232 kilometer yang diadakan pada 30 Juni mendatang.

 Para pihak yang hadir adalah Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarul Zaman, Branch Manager Astra International BMW Surabaya Yopy Antonio, Ketua Surabaya Road Bike Community (SRBC) Teddy Moelijono, dan  Head of Promotion East Indonesia Polygon Didik Suharsono. Bentuk dukungan para pihak itu diwujudkan secara simbolis dengan membubuhkan tanda tangan di banner Audax East Java.

 Azrul mengatakan, Audax sejatinya adalah acara touring bersama. Memang, kegiatan yang kondang dengan sebutan long distance cycling tersebut bukanlah balapan. Tapi, tidak berarti para peserta boleh seenaknya gowes seperti acara fun bike. ”Ada etape dan time limit yang harus dipatuhi. Kecepatan para cyclist juga terkendali. Tidak boleh terlalu cepat dan terlalu lambat,” katanya.

 Rute 232 km dibagi dalam enam etape. Etape pertama akan menempuh jarak 41,7 km dari titik start di Mapolda Jatim dan finis di Masjid Cheng Hoo, Pandaan.

 ”Nah, Gus Ipul (panggilan Saifullah Yusuf, Red) ini akan kita paksa untuk ikut etape pertama,” ujar Azrul. Gus Ipul yang kaget namanya disebut langsung menjawab, ”Waduh!”

 Etape kedua akan menempuh jarak 42,5 km menuju Universitas Brawijaya, Malang. Setelah itu, etape ketiga akan menjadi etape yang paling menantang. Meski etape tersebut hanya berjarak 15,2 km, para cyclist harus melintasi tanjakan 14,1 persen.

 ”Memang cuma 15 km, tapi tenaga yang dibutuhkan sama dengan bersepeda flat 40-an km,” jelasnya. Namun, setelah melahap tanjakan berat, para bikers akan dijamu makan siang oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

 Setelah itu, etape keempat menuju Kandangan, Kabupaten Kediri, bisa membuat kepenatan yang dirasakan pembalap terbayar. Sebab, mereka akan melintas di photo zone di puncak Pujon. ”Para bikers akan difoto di sini dan langsung di-print  dalam bentuk halaman koran. Foto utamanya adalah dirinya sendiri,” papar Azrul.

 Etape kelima adalah dari Kandangan menuju Mojokerto. Selepas dari Mojokerto, peserta melanjutkan ke etape terakhir menuju titik finis di Graha Pena. ”Karena sudah mulai malam, kami memberlakukan aturan agar tiap peserta menyalakan lampu. Ini sudah menjadi standar agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi,” tuturnya.

 Azrul mengatakan, antusiasme para peserta datang dari berbagai negara. Mereka berasal dari Italia, Amerika Serikat, Singapura, dan sejumlah negara lainnya. ”Kami membuka pendaftaran pada 1 Mei lalu, baik secara manual maupun online. Dalam waktu 36 jam saja, total kuota peserta yang awalnya kami sediakan hanya 250 orang saja sudah habis,” ucapnya.

 Selanjutnya, kuota sempat ditambah menjadi total 300 orang. ”Ternyata masih membeludak sehingga kami terpaksa dengan berat hati menolak 100 pendaftar lainnya,” tambahnya.

  Gus Ipul menyambut baik event tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, sangat terbantu dengan program itu. Dia berharap para peserta benar-benar menikmati rute di Jatim. ”Itu berarti akan semakin banyak yang berkunjung ke Jatim. Investasi akan meningkat, pekerjaan banyak, pengangguran hilang, kemiskinan menurun, dan urutannya akan panjang,” tambahnya.

 ”Saya mengajak Kadishub Jatim Pak Wahid (Wahid Wahyudi,Red) dan staf dari PU bina marga untuk ikut rapat. Tolong  mereka dilibatkan. Biar tidak malu, juga sekaligus membuktikan kepada tamu-tamu tersebut bagaimana Jatim terus berbenah,” paparnya.

 Di bagian lain, Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarul Zaman pun menyatakan dukungannya. ”Apalagi, komunikasi dan kerjasama antara para pihak di sini begitu baik. Maka, kami pun juga mendukung sepenuhnya,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut. (ano/c10/fat)